Beberapa waktu yang lalu saya sempat menginstall
Google Latitude dan saya posting
di sini. Saat install pertama detail jalan-jalan di tempat saya terdeteksi masih sangat minim informasinya. Entah sejak kapan, tiba-tiba saya liat Google Latitude di handset
Ai, saya mendapati bahwa map Google Latitude-nya cukup jelas dan lengkap.
Hari ini saya coba login ke website Google Latitude dan login menggunakan login Gmail saya, saya juga mendapati bahwa Google Map/Latitude sudah cukup lengkap. Map yang saya lihat adalah map kota Semarang.
Nah kebetulan lagi, handset saya tidak dilengkapi dengan GPS, sehingga untuk menentukan lokasi di mana saya berada, Google Map menggunakan trilaterasi antar BTS provider cellular saya. Yang tentu saja hasilnya tidak seakurat bila dibandingkan dengan menggunakan GPS. Tapi Google Map/Latitude memberikan saya kesempatan untuk mengkoreksi lokasi saya sendiri dengan melakukan drag & drop. Seperti pada contoh di bawah ini pertama kali saya terdeteksi di dekat Jalan Pandanaran:
padahal kantor saya terletak di dekat Simpang Lima, tepatnya di Jalan Gajah Mada, jadi saya drag saja icon saya ke lokasi yang semestinya.
Cuma saya belum tau apakah perubahan tersebut akan disinkronisasi lagi ke teman-teman saya yang saya add di Google Map/Latitude. Jika iya, ada bagus dan ada tidaknya.
Bagusnya adalah bahwa kita bisa mengkoreksi setiap saat lokasi kita sebenarnya (tapi sepertinya harus lewat PC, karena dari hp saya agak susah ngubahnya).
Jeleknya, bisa untuk bohong.. hahahahahahaha ..... pikir sendiri deh maksudnya.
Yang saya tunggu sampai sekarang adalah fitur Google Latitude yang bisa digabungkan dengan
Zenoss. Akan sangat bermanfaat sekali kalo bisa demikian. Kenapa? Kalau ini bisa diimplementasikan dengan NMS Zenoss, pada saat terjadi problem di sebuah node, kita bisa langsung mendeteksi node mana yang problem sekaligus engineer yang paling dekat yang bisa diroute langsung ke lokasi. Keren kan? Saya pernah liat yang beginian di Youtube, sepertinya iklan Unified Communication-nya Mitell.
Comments