Saturday, June 26. 2010Masalah Format Panggilan Outlook 2007
Pada postingan yang ini, saya membahas integrasi VoIP melalui MS Outlook 2007. Cuma sebenarnya masih ada ganjalan sedikit.
Ketika saya mensikronisasi contack list di handphone ke contact list di MS Outlook 2007, beberapa nomer ada yang tersimpan dengan awalan +62XXXXXXXX. Nah ketika format tersebut di-dial melalui Outlook 2007, maka nomer yang di-dial akan sesuai dengan format yang tersimpan di contact list. Dan ketika di-dial, maka Outlook 2007 akan menampilkan pesan error: The specified phone number either contains characters that are not valid or is not formatted correctly. Right-click the arrow for the Dial Number box for more information. Setelah searching ke sana kemari, akhirnya saya menemukan bahwa permasalahannya ternyata tidak pada mesin trixbox atau HUDLite yang terinstall. Tapi lebih ke Outlook 2007 yang memang tidak bisa menerima format dengan awalan tanda "+". URL nya bisa dilihat di: http://office.microsoft.com/en-gb/outlook-help/make-a-telephone-call-HP005243487.aspx. Jadi ya .. satu-satunya jalan adalah mengedit nomer-nomer yang ada di contact list atau membenahi dulu nomer yang akan di-dial (di user interface TAPI-nya). *sigh* Tuesday, June 22. 2010[TIPS] Dial Antar TrixBox Mengalami Delay Lama
Kasusnya, ada dua buah trixbox yang masing-masing berada di kantor yang berbeda kota. Koneksi trixbox ini menggunakan VPN. Suatu ketika, dial antara client di trixbox satu dengan yang lainnya harus mengalami jeda waktu yang lama sebelum akhirnya berhasil ring ke client di seberangnya. Hal ini ternyata disebabkan adanya pergantian hostname di masing-masing mesin, dan mesin-mesin tersebut tidak mengenali host satu dengan yang lainnya. Solusinya adalah menambahkan entri ke dalam file /etc/hosts. Entri tersebut berupa referensi hostname yang baru ke ip address masing-masing mesin, misal isi file /etc/hosts saya sekarang jadi nampak seperti ini:
# Do not remove the following line, or various programs Sunday, March 7. 2010Panggilan ke Skype dari trixbox via Gizmo5Latar BelakangKebetulan saya sering mengikuti berita mengenai industri VoIP di seluruh dunia melalui RSS. Pada awalnya saya mencoba menggabungkan trixbox dengan channel Skype melalui module chan_skype. Setelah saya membaca petunjuk di forum trixbox, saya mendapatkan banyak sekali kesulitan untuk mengimplementasikannya. Akhirnya untuk beberapa waktu saya pikir lebih baik melupakannya dulu sampai saya menemukan cara lain. Lalu saya menemukan pengumuman yang cukup mengejutkan dari Skype di URL ini, yang mengatakan bahwa Skype bisa digunakan dengan Asterisk dengan harga USD$66 per concurrent call. Tentu saja saya tidak akan membeli ini. Ketika saya menginstal trixbox versi 2.6.2.3, saya mendapati bahwa trixbox sudah memasukkan module Gizmo5, dan ternyata sudah ada pengumumuan di trixbox tertanggal 25 September 2008 yang bisa dibaca di http://www.trixbox.org/devblog/gizmo5-sip-trunks-now-easily-available-trixbox-ce. Saya cukup beruntung sudah memiliki account di Gizmo5 sejak lama, karena setelah Gizmo5 dibeli oleh Google, pendaftaran ke Gizmo5 untuk sementara waktu ditutup. Dan per tanggal tulisan ini (7 Maret 2010), website tersebut masih belum membuka pendaftaran account baru dengan keterangan: "New user signup has been suspended and will return when we re-launch. To receive information about the re-launch please enter your email address". Dan yang cukup menarik kemudian ada posting yang tertanggal 9 Februari 2009, yang mengatakan bahwa Gizmo5 membuka layanan panggilan free ke Skype dari VoIP phone mana pun. Jika account Gizmo5 bisa melakukan panggilan gratis ke Skype, artinya trixbox saya pun bisa melakukan panggilan gratis ke Skype karena trixbox sudah include module Gizmo5. KekuranganSetup panggilan ke Skype di trixbox melalui Gizmo5 ini memiliki beberapa kekurangan. Antara lain:
Asumsi
SetupContinue reading "Panggilan ke Skype dari trixbox via Gizmo5" Sunday, February 21. 2010Tampilan Icon yang Membesar di FOP trixbox
Setelah melakukan update/upgrade di mesin trixbox, kadang-kadang malah kita menemukan hal-hal aneh di trixbox. Salah satunya yang saya alami adalah tampilan icon-icon di FOP yang menjadi besar-besar dan tidak nyaman untuk dilihat. Bahkan kita harus menggeser scroll bar untuk melihat beberapa icon yang tidak bisa tampil karena terdesak oleh icon lainnya. Bahkan tulisan keterangan pada icon tersebut bisa saling tumpang tindih.
Yang perlu kita lakukan adalah mengedit file /var/www/html/panel/op_style.cfg dan melakukan tuning sendiri untuk bisa mengatur icon-icon tersebut supaya rapih kembali. Contoh konfigurasi yang saya lakukan adalah seperti di bawah ini (sebenarnya saya mendapatkan config ini dari sebuah URL, yang saya cari-cari kembali malah tidak ketemu. Untung saja sudah saya salin file config-nya. Jika ada yang pernah menemukan config serupa, mohon untuk diinformasikan URL-nya ke saya supaya bisa saya cantumkan sebagai URL sumber. Terima kasih). Jangan lupa, sebelum kita edit, buatlah salinan file op_style.cfg tersebut misal dengan nama op_style.cfg.original. Dan setelah kita edit sesuai dengan kebutuhan kita, lakukan reload FOP dengan perintah: shell# amportal restart_fop (di shell console server). File op_style.cfgContinue reading "Tampilan Icon yang Membesar di FOP trixbox" Sunday, February 14. 2010Setting callgroup & pickupgroup di trixboxPernah menemui situasi seperti ini?Ada tiga ekstensi customer service, dan satu ekstensi untuk supervisor customer service. Suatu hari semua pegawai customer service sedang tidak ada di tempat (misal sedang Jumatan semua, karena kebetulan semua customer service adalah cowok dan muslim). Sedangkan yang available saat itu adalah supervisor. Tiba-tiba salah satu ekstensi customer service berdering, dan supervisor perlu menggantikan tugas untuk mengangkat telpon tersebut. Jika masih berada di satu meja mungkin bukan hal yang merepotkan. Tapi jika sudah beda ruangan, tentu akan sangat repot. Lalu bagaimana supervisor tersebut bisa mengangkat telpon yang diarahkan untuk customer service dari ekstensi di meja-nya? Ada yang bilang mending ekstensi supervisornya dimasukkan dalam ring-group customer service. Tentu saja ga asik donk.. supervisor gitulogghh. Cara yang lain adalah menetapkan callgroup dan pickupgroup di trixbox. Skema-nya bisa demikian: Misalkan kita buat 3 group, group 1 untuk marketing, group 2 untuk customerservice, dan group 3 untuk manajemen. Sebagai contoh, supervisor di sini menggunakan ekstensi 16, sedangkan untuk customerservice menggunakan ekstensi 11. Dan untuk marketing menggunakan ekstensi 12. Masing-masing divisi menggunakan satu contoh, tentu saja tidak demikian dengan kondisi sebenarnya. Bisa jadi masing-masing divisi memiliki puluhan ekstensi. Setup Berikut ini setting untuk supervisor (ekstensi 16), untuk bisa mengangkat panggilan dari semua group ekstensi: pada callgroup dan pickupgroup, parameternya adalah 1-3, yang artinya ekstensi 16 ini bisa mengangkat semua group, yaitu group 1, group 2 dan group 3. Bisa juga dituliskan sebagai 1,2,3. Tapi akan repot kalau ada puluhan group di sini. Oleh karena itu saya menggunakan format pertama. Sedangkan untuk ekstensi 11, yaitu customer service, hanya diisikan satu group saja: dan begitu juga Marketing yang berekstensi 12: Nah jika supervisor ingin mengangkat panggilan ke salah satu ekstensi Marketing atau customer service, maka yang perlu dilakukan ketika ada panggilan masuk adalah dengan menekan: *8 (asterisk + angka delapan) lalu dial. Dari mana format *8 ini? Ini merupakan deklarasi default dari trixbox-nya sendiri. Bisa dicheck di menu Feature Codecs. Format ini bisa saja diedit sendiri, tetapi pastikan agar tidak bertabrakan dengan code lainnya. Menurut saya, sebaiknya sih dibiarkan default saja. Saturday, February 13. 2010Endpoint Manager trixbox Untuk LinkSYS IP PhoneLatar BelakangKebetulan dapet kesempatan untuk mencoba beberapa perangkat LinkSYS untuk keperluan telephony, antara lain Switch SRW224G2P & Siwtch 208MP, yang masing-masing memiliki PoE untuk disalurkan ke ip phone yang support PoE. Perangkat pelengkap lain adalah IP Phone LinkSYS SPA942, IP Phone LinkSYS SPA962 yang terintegrasi dengan LinkSYS SPA932. Tugas kali ini sebenarnya cuma bagaimana trixbox bisa melakukan provisioning ke semua ip phone tersebut. Hanya saja kali ini jumlah ip phone-nya cukup banyak, dan akan sangat memakan waktu jika dikonfigurasi satu persatu dengan mengakses http-enabled setting-nya. Kasus serupa bisa saja terjadi jika kita akan mensetup ip phone di sebuah kantor besar. Jika hanya ada 1 sampai 4 ip phone, mungkin tidak masalah jika kita setup satu per satu. Yang jadi masalah adalah jika jumlah ip phone bisa mencapai 100 atau lebih. Tentu kita akan merasa pegel-pegel untuk melakukan konfigurasi satu per satu. Berikut ini adalah cara men-setup ke-10 ip phone tersebut dengan menggunakan tftp server dari trixbox. SkemaUntuk skema jaringan VoIP internal di kantor teman ini, masing-masing ip phone akan mendapatkan ip address dari Router/DHCP server Mikrotik yang sekaligus menjadi gateway seluruh jaringan kantor ke internet. Yang perlu diingat di sini, bahwa ip address trixbox harus satu subnet dengan semua ip address ip phone. Jika tidak, maka provisioning konfigurasi ip phone tidak akan berjalan lancar. Dalam contoh yang akan saya gunakan ini, semua ip address ip phone menggunakan kelas 192.168.1.0/24. Untuk ip pbx menggunakan ip address 192.168.1.248, sedangkan router/DHCP server menggunakan ip address 192.168.1.254. Sebelum lebih lanjut melakukan setup, perlu ditekankan di sini bahwa router/DHCP server harus disetup dengan Option 66. Option ini untuk mendeklarasikan tftp server yang akan digunakan untuk mendapatkan konfigurasi masing-masing ip phone. Tidak semua router ada setting ini, jadi dianjurkan untuk memeriksa apakah konfigurasi tersebut ada di router/DHCP server atau tidak. Untuk kantor yang sedang saya kerjakan, karena menggunakan DHCP server dari Mikrotik, maka hanya diperlukan menjalankan perintah:
Ip address yang dideklarasikan di atas adalah ip address dari mesin trixbox/IP PBX. SetupContinue reading "Endpoint Manager trixbox Untuk LinkSYS IP Phone" Thursday, December 24. 2009Whitelist & Blakclist Ekstensi untuk Outbound Call ke PSTNMengapa?Setelah kita melakukan setup IP PBX, dan memiliki banyak ekstensi yang tersambung, yang kemudian sering sekali muncul adalah bagaimana kita bisa membatasi panggilan keluar. Harus diakui juga sih, bagaimana pun kita-kita ini masih sering menggunakan telepon kantor untuk keperluan pribadi. Hal seperti ini lah yang kemudian muncul kebijaksanaan untuk membatasi panggilan. Yang paling sering saya lihat yaitu dengan memberikan hak outbound call ke operator. Jika ada ekstensi yang ingin tersambung ke PSTN/Selular, maka ekstensi tersebut harus menghubungi operator terlebih dahulu untuk kemudian operator tersebut menekan nomer telepon PSTN/Selular yang dituju, lalu menyambungkan ekstensi tersebut ke nomer yang sudah berhasil di-dial tersebut. Operator ini kemudian akan membuat semacam rekap manual/otomatis tentang jam panggilan, siapa yang melakukan request dst dst. Carai lainnya adalah dengan memberikan password untuk trunk outbound call dan memberikan password tersebut ke beberapa orang yang berhak. Tetapi ini pun kadang-kadang ada lemahnya juga. Rasa sungkan dan pengen berbagi dengan teman bisa menjadi manajemen penggunaan telpon jadi kacau. Paling gampang adalah dengan melakukan whitelist, ekstensi mana saja yang diperbolehkan melakukan panggilan melalui trunk PSTN, dan yang lainnya tidak diperkenankan. Jujur, saya mendapatkan cara ini dari link http://www.freepbx.org/news/2009-03-19/restricting-outbound-calls-in-freepbx-whitelist. Silahkan yang mau mengunjungi site tersebut. Daripada kelak saya harus mencari-cari lagi link tersebut, akan saya tulis ulang di sini. Bagaimana?
Lakukan panggilan dari nomer ekstensi yang dilakukan restrict, dan bandingkan dengan panggilan yang dilakukan dari ekstensi yang masuk ke whitelist. Selamat mencoba! *tidur lagi*
(Page 1 of 6, totaling 38 entries)
» next page
|
QuicksearchCategoriesConsolePlurk |


Comments