Tuesday, May 6. 2008Upgrade Nagios 2.x ke Nagios 3.x
Pada Ramadhan yang lalu saya menuliskan cara instalasi Nagios 2.x di FreeBSD 6.x. Nah berdasarkan instalasi tersebut, sore ini saya mengupgrade Nagios versi 2.x tersebut ke versi Nagios 3.0.1 Stable. Dengan asumsi bahwa instalasi sama persis seperti pada postingan tersebut, maka sebelumnya saya melakukan pengamanan untuk 3 buah file konfigurasi supaya dapat digunakan antara lain file commmands.cfg, services.cfg, dan hosts.cfg, karena di dalam file-file tersebut terdapat konfigurasi host-host yang sudah saya definisikan, dan beberapa perintah modifikasi saya sendiri. Selain itu, pada instalas Nagios versi 3.x untuk file hosts.cfg dan services.cfg secara default memang tidak ada, kecuali file commands.cfg. Nah daripada saya harus buat lagi ke dua file tersebut, mending saya selamatkan saja. Khusus untuk file commands.cfg, saya hanya akan mengambil beberapa konfigurasi buatan saya sendiri yang ada di dalam file tersebut, lalu saya append ke file commands.cfg bawaan Nagios 3.x. Langkah-langkah upgrade nya adalah:
SELAMAT MENCOBA! refence Monday, April 14. 2008NMS Self-Healing dengan Nagios di CentOS 5.x![]() Pada mulanya, saya dengan Ayik berencana membangun sebuah mail server pesanan salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Awal pembahasannya sih, mail server ini tidak memiliki fitur macem-macem. Tapi belakangan Ayik punya ide untuk menanam monitoring server di mesin yang sama, dan dengan tambahan fitur self healing. Ide nya adalah, ketika salah satu service dari mesih tersebut mati, maka step pertama yang dilakukan mesin monitoring tersebut adalah mendeteksi bahwa service tersebut mati, kemudian akan mencoba melakukan restart service tersebut tanpa campur tangan administrator. Setelah dalam sekian kali percobaan dan service tetap terdeteksi mati, maka baru dilakukan alert ke administrator via email atau sms, atau media yang lainnya (denger-denger Nagios bisa kirim alert via Yahoo Messenger). Jadi rencananya, Nagios ini akan digunakan juga untuk mendeteksi update Clamav, ssh, dan beberapa service yang bisa ditangani oleh Nagios. Tapi yang akan digunakan dalam contoh kali ini adalah service HTTP. Asumsi
InstalasiContinue reading "NMS Self-Healing dengan Nagios di CentOS 5.x" Wednesday, March 12. 2008Cara Ribet Mendeteksi Status Modem E1 di NagiosLatar Belakang?Mendeteksi host yang up atau down sudah biasa di Nagios, karena memang cara kerjanya begitu. Secara default Nagios menggunakan layanan PING untuk mendeteksi apakah suatu host dalam status up atau down. Jika ada permasalahan dengan host tersebut, atau link yang menghubungkan host tersebut dengan Nagios, maka Nagios akan meng-generate alert. Tantangan yang saya hadapi adalah, terkadang permasalahan apakah host up atau down sangat bervariasi. Misalkan sebagai ilustrasi adalah topologi network Yogyakarta yang legendaris itu *halah*: Permasalahan yang kadang-kadang timbul dan tidak terdeteksi adalah, ketika 2 modem E1 menuju NOC down, Nagios akan tetap mendeteksi POP Tugu dalam status UP. Atau ketika POP daerah lain, seperti Magelang down, saya tidak pernah tau apakah itu down karena permasalahan listrik di site tersebut atau karena modem E1 yang fail. Sehingga saya membutuhkan mekanisme untuk mendeteksi apakah ke-6 modem E1 yang tersambung dalam kondisi Up atau Down. Why "Cara Ribet"?Karena memang caranya bener-bener ribet, dan saya masih belum sempat menemukan cara mudah dan simple, yet efektip untuk mendesain konfigurasi Nagios saya. Yang penting saya bisa mendeteksi semua link modem di POP (Point Of Presence) hub utama di Yogyakarta. Ya, ini masih ada hubungannya dengan pekerjaan. Asumsi
Caranya Adalah...Menggunakan SNMP! SNMP memamng top!!! Ketika deteksi link berbasis kan IP hanya bisa mencapai ke layer transport, SNMP bisa menjangkau ke layer yang lebih bawah lagi. Continue reading "Cara Ribet Mendeteksi Status Modem E1 di Nagios" Friday, January 18. 2008Nagios + GoogleMapLatar BelakangBeberapa waktu yang lalu saya sempat melihat implementasi sebuah NMS yang diimplementasikan dengan Google Map. Karena saya sudah terlanjur menggunakan Nagios, maka saya mencari barangkali saja ada yang sudah mengimplementasikan Nagios dengan Google Map. Dan benar saja, saya menemukannya di http://www.nagiosexchange.org/Frontends.37.0.html?&tx_netnagext_pi1%5Bp_view%5D=915. Asumsi
Continue reading "Nagios + GoogleMap" Thursday, January 17. 2008Mengakali Check Host Yang Nge-block Packet Ping di NagiosLatar BelakangUntuk monitoring semua klien di wilayah kerja saya, selama ini saya menggunakan Nagios. Secara default, Nagios akan mendeteksi status klien-klien tersebut dengan mengirimkan 5 packet icmp ping. Yang kemudian menjadi masalah adalah, ternyata dari sekian klien, ada beberapa yang menggunakan firewall di router mereka, sehingga packet ping yang dikirimkan oleh Nagios akan diblock (tidak mereply ping yang dikirimkan). Asumsi
SolusiUntungnya, router POP di mana klien-klien tersebut tersambung ke jaringan saya, memiliki layanan SNMP yang sudah jalan. Selain untuk monitoring trafik, ternyata SNMP tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi apakah router klien tersebut (terutama router klien yang ngeblok paket icmp ping) dalam kondisi up atau down dengan mengambil output ARP dari router POP saya. Gampangnya, jika ARP terdeteksi, maka router klien dalam kondisi up, dan sebaliknya, jika tidak terdeteksi, maka router klien down. Continue reading "Mengakali Check Host Yang Nge-block Packet Ping di Nagios" Saturday, September 15. 2007Custom Status Map (Ramadhan Day 3)
Salah satu fasilitas monitoring dengan Nagios adalah pada menu Status Map. Menu ini akan menampilkan semua host dalam bentuk topologi dengan pusat topologi adalah mesin Nagios tersebut. Jika kita berhasil menginstal, maka pada menu ini akan memberikan kita beberapa pilihan bagaimana hirarki tersebut akan ditampilkan. Berikut ini adalah beberapa contoh tampilan Status Map dari beberapa site:
Continue reading "Custom Status Map (Ramadhan Day 3)" Friday, September 14. 2007Nagios - check_snmp Untuk Modem (Ramadhan Day 2)
Salah satu konfigurasi yang pernah harus saya lakukan adalah melakukan monitoring modem dalam sebuah topologi jaringan dengan menggunakan Nagios. Sedangkan modem sendiri tidak diberikan ip address. Sebelumnya saya hanya bisa memonitoring segala sesuatu yang ada ip address nya. Jadi sebagai gambaran, topologinya adalah sebagai berikut:
Yang diinginkan dari Nagios dari topologi tersebut adalah bahwa Nagios dapat mendeteksi masing-masing modem VDSL tersebut dalam keadaan up atau down. Di sini saya memanfaatkan SNMP melalui check command check_snmp yang sudah ada di dalam instalasi default Nagios (Thanx to Mas Yudhis soal SNMP nya.. hehehehhe). Walaupun modem-modem VDSL yang tersambung ke Central Unit masing-masing tidak memiliki ip address (karena memang mereka bekerja di layer 2), saya bisa memanfaatkan Central Unit itu sendiri karena Central Unit modem tersebut memiliki ip address. Sebagai contoh, jika 2 buah Central Unit tersebut masing-masing memiliki ip address 172.16.16.1 dan 172.16.16.2 , maka saya bisa melakukan perintah dibawah ini dari NMS server (OS CentOS): shell> snmpwalk -v1 -c public 172.16.16.1 interface yang akan menghasilkan output: IF-MIB::ifNumber.0 = INTEGER: 26 Continue reading "Nagios - check_snmp Untuk Modem (Ramadhan Day 2)"
(Page 1 of 2, totaling 8 entries)
» next page
|
QuicksearchCategoriesConsolePlurk |


Comments