Friday, August 27. 2010Mematikan Log di /dev/console yang mengganggu
Suatu ketika saya harus menghadapi log yang muncul di layar console dan sangat-sangat mengganggu kegiatan consol-mengconsole. Error yang muncul masalah DIMM yang saya sendiri juga ga ngeh. Alih-alih mengatasi log error yang muncul, saya lebih memilih mematikan log tersebut sampai pekerjaan lain yang lebih urgent selesai dulu. Setelah saya coba matikan syslog, log tersebut tetap muncul. Akhirnya ketemu juga cara mematikannya dengan mengedit file /etc/sysconfig/syslog dan menjadikan salah satu barisnya seperti:
KLOGD_OPTIONS="-2 -c 1" Lalu restart syslog. Done. Saturday, April 3. 2010Menyederhanakan File Konfigurasi OpenVPN
Setelah membaca ulang mengenai petunjuk konfigurasi OpenVPN, saya mencoba meninjau kembali file yang pernah saya buat seperti di postingan yang lalu. Ternyata saya mendapati masih ada konfigurasi yang saling tumpang tindih dan tidak diperlukan. Dengan kebutuhan dan topologi jaringan yang sama seperti pada tulisan tersebut, saya melakukan refinement dari yang seperti ini:
Pada Serverifconfig 10.4.0.1 255.255.255.0 Menjadi: ifconfig 10.4.0.1 255.255.255.0 Di sini saya menghilangkan parameter tls-server, ifconfig-pool 10.4.0.100 10.4.0.120 255.255.255.0, dan mode server dan cukup saya gantikan dengan server 10.4.0.0 255.255.255.0. Karena parameter server akan secara otomatis diterjemahkan sebagai TLS server, dan block ip address yang dicantumkan adalah range ip address yang akan diberikan kepada OpenVPN client. Pada ClientKonfigurasi sebelumnya: remote 11.22.33.44 1194 Menjadi: remote 11.22.33.44 1194 Untuk tls-client saya ubah menjadi cukup client karena secara otomatis akan berjalan di atas TLS. Dan untuk parameter pull juga bisa dihilangkan, karena otomatis routing yang saya butuhkan dari client akan di-push dari OpenVPN server. Setelah itu restart OpenVPN server dan reconnect dari OpenVPN client. Wednesday, November 18. 2009Ntop dengan mode BridgeKasusDi sebuah kantor cabang, seluruh node di dalam LAN tersambung ke sebuah gateway/firewall Juniper tipe NetScreen 5GT. Konfigurasi ini sama dengan kantor cabang yang berada di kota lain. Semua gateway/firewall tersebut tersambung ke sebuah NetScreen Central Manager di kantor pusat, sehingga semua kegiatan akses internet di kantor cabang, mulai dari most visited site, trafik email, dan lain sebagainya tercatat dalam log. Semua gateway/firewall yang ada di kantor cabang mengirimkan semacam log trafik ke kantor pusat dengan protokolnya sendiri. Permasalahan kemudian muncul ketika NetScreen Central Manager ditiadakan dengan suatu alasan. Nah, lalu muncul ide untuk membuat logger sendiri untuk kantor-kantor cabang tersebut yang tidak tergantung ke sebuah vendor perangkat jaringan. Ada beberapa program yang dicoba antara lain Webalizer, Ntop, dan AWStats. Kemarin sudah mencoba Webalizer seperti yang pernah saya tulis, tapi sepertinya masih ada yang kurang. sreg, karena yang berhasil dilog hanya protkol HTTP/HTTPS saja (atau mungkin saya yang bodoh sehingga cuma bisa ngelog dua protokol itu saja). Dan kali ini saya mencoba untuk menggunakan NTOP. Rencananya begini...Karena access ke Juniper NetScreen 5GT tersebut terbatas sehingga saya tidak tau bagaimana bisa meng-capture output NetScreens, maka saya memilih menggunakan sebuah host dengan 3 ethernet interface. 2 ethernet interface akan melakukan bridging trafik dari LAN ke gateway/firewall Juniper NetScreen 5GT tersebut. Sehingga nanti topologinya jadi seperti ini: Membuat Bridge di LinuxContinue reading "Ntop dengan mode Bridge" Friday, November 13. 2009Logging Squid dengan Webalizer
Webalizer adalah sebuah program untuk melakukan logging host yang mengakses ke HTTP server untuk dibuat statistiknya. Skema yang biasa digunakan dalam instalasi Webalizer adalah sebagai berikut:
Dari skema di atas, semua access dari http clients ke web server dicatat oleh Webalizer dan dibuatkan statistiknya dalam kurun waktu tertentu (biasanya sih dalam bulanan). Kemudian saya mendapatkan sebuah permintaan untuk melakukan logging access dari http client di sebuah kantor sehingga Webalizer tersebut dapat mencatat site-site mana saja yang sering dikunjungi oleh http client di kantor tersebut dalam sebulan. Hal ini sebenarnya mudah jika Webalizer bisa jadi satu dengan internet gateway yang tersambung ke http client. Masalahnya, semua client tersebut tersambung ke sebuah access gateway appliance, jadi tidak dimungkinkan untuk instalasi Webalizer di appliance tersebut. Yang berikutnya saya lakukan adalah meletakkan sebuah cache proxy server sejajar dengan access gateway tersebut. Kira-kira gambarnya akan jadi seperti ini: Semua http request dari http client akan diforward ke cache proxy server yang juga telah diinstal Webalizer, untuk kemudian dicatat semua kegiatan access dari http client tersebut. Modifikasi yang dilakukan hanya di proses crontab-nya:
keterangan: -F : ini adalah type log nya. Ada empat opsi di sini yaitu clf, ftp, squid, dan w3c. Kali ini adalah: squid. dan juga setting pada webalizer.conf, yang log-nya diarahkan ke log Squid. Untuk konfigurasi punya saya seperti ini: LogFile /usr/local/squid/var/logs/access.log Untuk instalasi lengkapnya bisa dibaca di website Webalizer, caranya cukup mudah. Kali ini saya cuma berbagi bagaimana cara melakukan log di Cache Proxy Server. Cache Proxy yang saya gunakan adalah Squid. Selamat mencoba! Saturday, October 17. 2009Log Warning OpenVPN: WARNING: No server certificate verification method has been enabled.
Masih ada kaitannya dengan tulisan mengenai OpenVPN sebelumnya, saya mendapati adanya warning seperti berikut ini:
WARNING: No server certificate verification method has been enabled. See http://openvpn.net/howto.html#mitm for more info. ketika me-load klien OpenVPN di laptop. Setelah saya ikuti URL yang tercantum pada warning tersebut, saya menambahkan sebaris parameter ke file konfigurasi klien di laptop dengan: ns-cert-type server Lalu me-reload klien OpenVPN. Done. Monday, October 12. 2009Tips Install Group Dengan Yum Groupinstall
Rupanya saya benar-benar keterlaluan mengenai hal-hal sepele seperti ini. Saya baru tau kalau ternyata YUM bisa melakukan instalasi secara group. Awalnya saya mendapati salah satu box Linux saya belum terinstall GNome. Padahal seingat saya, untuk install GNome diperlukan banyak sekali package. Tidak sengaja saya membaca di sebuah forum (sudah terlanjur saya close window-nya, jadi saya lupa di mana URL-nya), bahwa ternyata kita bisa install GNome sekaligus dengan YUM dengan opsi groupinstall:
Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan nama group "GNOME Desktop Environment" di atas? Untuk mendapatkan semua nama list group gunakan perintah:
Output-nya akan nampak seperti:
Untuk opsi lengkapnya bisa dibaca dengan perintah: man yum |grep group groupinstall group1 [group2] [...] *facepalm* Sunday, October 11. 2009Akses Intranet dengan OpenVPNLatar Belakang. OpenVPN. Asumsi.
Instalasi. Continue reading "Akses Intranet dengan OpenVPN"
(Page 1 of 3, totaling 15 entries)
» next page
|
QuicksearchCategoriesConsolePlurk |


Comments